
Combined Research & Development Center (CRDC) selaku lembaga pengembangan pesawat tempur Korsel melakukan kaloborasi pesawat tempur KFX secara keseluruhan yang telah dimulai pada bulan Agustus tahun lalu, pada saat melakukan pengembangan alat navigasi sempat terhenti selama 4 bulan menjelang peresmian melakukan koordinasi di CRDC.
Pada hari peresmian KF-X/IF-X dibentuk program kerja dan teknologi apa saja yang dibutuhkan untuk menentukan harga KF-X/IF-X, masa produksi, serta batas waktu dalam pengembangan pesawat tersebut.
DAPA sendiri merilis dua jenis yaitu C101 dan C103 yang memiliki kemampuan dan bentuk mirip pesawat tempur F-22 secara keseluruhan.
KF-x/IF-x C103 memiliki kemampuan siluman seperti yang diperlihatkan pada foto diatas. Tim CDRC telah melakukan beberapa pengujian antara lain pengujian terowangan angin dan Radar Cross Section (RCS). Dalam pengujian tersebut bentuk C103 merupakan model terbaik dalam pengembangan KF-X/IF-X.
LIG Nex1 Korsel saat ini mengembangkan radar AESA (Active Electronically Scanned Array), Rudal AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile), JDAM (Joint Direct Attack Munition), dan IWB (Internal Weapon Bay).
Dalam pengembangan C103 ada 11 bagian pesawat yang tidak memiliki kemampuan siluman yaitu EWB (Eksternal Weapon Bay), untuk pemilihan mesin yaitu F404/F-414 dan EJ200 dimana ketiga mesin tersebut memiliki daya dorong 36000 pound atau lebih cepat diatas F-16.

